28 February 2017

Mengatasi Merpati Hias Yang Sedang Moulting

Taugitu.com, Moulting atau Molting/ngurak pada burung Merpati Hias, adalah proses bergantinya bulu lama dengan bulu baru, Molting ditandai dengan rontoknya bulu Merpati secara alami dan tumbuhnya bulu baru, molting adalah fase yang hampir dialami oleh setiap jenis burung. Proses molting biasanya akan berlangsung dalam waktu 1.5 - 2 bulan, dalam kondisi tersebut seorang pemilik burung haruslah lebih ekstra memberikan perawatan, diantaranya yaitu dengan memberikan jenis pakan yang mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan guna membantu memperbaiki sel tubuh, khususnya untuk merangsang percepatan tumbuhnya bulu baru.

Efek dari proses molting terhadap perilaku merpati diantaranya yaitu burung akan lebih sensitif baik terhadap kawanannya ataupun pasangannya serta mahluk lain disekitarnya, burung lebih mudah stres, dan hal yang sering terjadi Merpati juga akan berhenti bereproduksi untuk sementara waktu. Hal tersebut sangatlah wajar, karena saat proses molting, Merpati lebih sensitif, karena rontok dan tumbuhnya bulu muda memberikan efek munculnya rasa nyeri/sakit sehingga merpati enggan didekati pasangannya dan dapat dipastikan tidak akan terjadi proses kawin, namun pada beberapa kasus, merpati tetap bertelur namun enggan mengeram.

Mengatasi molting pada merpati

Untuk mengatasi merpati hias yang sedang molting, para peternak memberikan beberapa saran diantaranya yaitu :
  1. Memisahkan merpati, ada baiknya untuk merpati yang molting dipisahkan dari pasangannya/kawanannya, tujuannya yaitu agar merpati terhindar dari stres dan tidak mendapat gangguan, sehingga proses molting dapat berjalan normal.
  2. Memberikan minyak ikan, minyak ikan adalah salah satu jenis obat yang bermanfaat merangsang dan mempercepat tumbuhnya bulu baru, dan bulu merpati juga terlihat bersih tidak kusam, selain itu minyak ikan juga dapat menjaga mempertahankan nafsu makan, karena nafsu makan merpati akan menurun saat proses molting.
  3. Memandikan burung, memandikan burung dapat membersihkan bulu dan kulit merpati, cara ini mampu membantu merangsang proses pertumbuhan bulu baru dari luar, memandikan burung bisa menggunakan semprotan air, menyediakan air dalam wadah khusus atau memandikan burung secara langsung menggunakan busa dan air shampo.
  4. Menjaga kebersihan kandang, saat molting kondisi kesehatan burung sangat rentan terhadap serangan penyakit, karena dalam kondisi inilah sistem kekebalan tubuh burung mengalami penurunan, karena hampir seluruh cadangan nutrisi diserap dan difokuskan untuk pertumbuhan bulu baru.
  5. Memberikan jenis pakan khusus. Usahakan menambahkan jenis pakan khusus yang kaya akan nutrisi yang dibutuhkan saat proses molting, kita bisa menambahkan porsi jenis pakan semisal kacang hijau dan beras merah. 
Nah, cara-cara tersebut diatas adalalah beberapa saran dari para peternak Merpati Hias, yang dapat membantu mempercepat proses molting, sehingga kondisi dan prilaku merpati dapat segera normal.

Semoga bermanfaat.

2 komentar

Bagaimana jika merpati tersebut tengah mengeram telurnya,?adakah telur akan gagal menetas?

Telur merpati bisa saja tidak menetas dikarenakan berbagai faktor.. Kondisi Telur, Cuaca dan juga lingkungan sangat berpengaruh.. dalam kondisi Merpati sedang Moulting, tidak akan menyebabkan kegagalan telur menetas atau tidak, kecuali jika pd saat moulting merpati enggan mengeram. maka kemungkinan besar telur tdk akan menetas disebabkan telur tidak mendapatkan suhu optimal yg dibutuhkan, krn proses pengeraman tdk dilakukan secara teratur..

Terima kasih telah membaca hingga akhir.
Dan silahkan meninggalkan coretan pada kolom komentar !!
Mohon maaf jika terlambat membalas komentar.

EmoticonEmoticon