03 October 2015

Ada Makanan Tak Halal Disajikan Di Angkringan

Taugitu.com, - Angkringan, adalah sebutan bagi warung kecil yang menggunakan gerobak untuk menata dan menyajikan menu makanan, disebut Angkringan karena awalnya warung ini sering dijadikan nongkrong oleh para pelanggannya, Angkringan banyak dijumpai di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, namun usaha jenis ini, sedang berkembang pesat di kota-kota besar lainnya seperti Jakarta dan Surabaya

Angkringan umumnya menyediakan menu makanan dan minuman tradisional, harga yang ditawarkan relatif murah dan terjangkau oleh kalangan bawah. Namun jangan salah, pelanggan angkringan kini bukan hanya dari kalangan mahasiswa ataupun masyarakat menengah ke bawah, kini angkringan juga menjadi tujuan utama masyarakat kalangan atas dan dapat dijumpai di hotel-hotel berbintang namun tetap dengan menu dan penyajian yang sama, bedanya hanya pada harga, tempat dan fasilitas tambahan saja.

Sebagain Makanan Di Angkringan Tidak Halal

Di daerah Solo, Klaten dan Yogyakarta, Angkringan dapat dijumpai di pinggir jalan / trotoar, dan juga dekat dengan failitas umum, seperti kampus dan alun-alun. Ankringan umumnya mulai di buka saat menjelang sore hingga tengah malam, biasanya menu yang disajikan dalam angkringan cukup bervariasi, ada nasi bungkus sambal goreng tahu/tempe, nasi welut, nasi jamur, bakmi, sate kere, sate usus dan aneka minuman seperti jahe, susu, kopi, teh , jahe susu, Es Teh, dan Es Jeruk yang semuanya dijual dengan harga sangat terjangkau dan pas buat kantong anak kuliah, jadi gag ada salahnya buat anda yang berkunjung ke kota tersebut, menyempatkan mampir untuk nongkrong dan menikmati menu tradisional di Angkringan 

Namun, ada baiknya anda kini sedikit lebih teliti dan waspada, karena beberapa hari lalu, saya (penulis) menemukan menu tak halal yang dijual di salah satu Angkringan di Jalan Yogya - Solo, tepatnya di daerah kraguman, Klaten, Jawa Tengah. Saat itu saya kebetulan diajak seorang teman untuk ngobrol, sayapun bersama seorang teman memutuskan berhenti di sebuah Angkringan dan memesan segelas susu jahe, rupanya angkringan tersebut baru saja buka, penjualnya bilang, kalo minuman yang saya pesan masih direbus, dan harus menunggu beberapa waktu, sayapun mengiyakan untuk menunggu dan mengobrol sembari menikmati kacang rebus yang disediakan warung tersebut.

Saren
Saren yang disajikan di Angkringan / foto dok pribadi
Angkringan yang saya singgahi, sepertinya telah cukup mempunyai banyak pelanggan, tidak sampai 5 menit banyak pelanggan Angkringan tersebut silih berganti datang untuk memesan menu makanan dan minuman, ada anak kecil, ibu-ibu hingga bapak-bapak para sopir yang melintas di jalan raya tersebut. Banyaknya menu yang disajikan sepertinya membuat teman saya penasaran, teman sayapun menanyakan salah satu menu yang terbungkus daun pisang dan koran,

Pak.. niki nopo isine ? (Pak, ini makanan apa?) sambil menunjuk makanan tersebut, 
Nasi Sambel Welut "jawab penjual. 
Namun penjual tersebut kemudian menawarkan menu lainnya yang juga terbungkus daun pisang dan kertas koran "atau ini mas, isinya nasi daging rica-rica. 
Mendengar itu saya sedikit curiga karena di daerah tempat saya ketika menyebut menu rica-rica berarti makanan tersebut identik dengan makanan tak halal. teman sayapun kemudian bertanya lagi, 
Daging nopo pak ? (Daging apa pak ?)
Sang Penjual : Niki daging rica-rica kagem jamu, mendo balap mas !! (Ini daging rica-rica untuk jamu, Kambing Balap mas, ) kambing balap yang dimaksud bapak penjual tersebut istilah untuk Daging Anjing .. 

Mendengar itupun saya sedikit kaget, kok ditempat warung umum seperti ini menyajikan menu seperti itu, tidak ada papan menu atau tulisan khusus yang menginformasikan bahwa Angkringan tersebut menyediakan makanan khusus, terlebih lagi, menu tersebut dibungkus dengan bungkus biasa dan disajikan berdekatan dengan menu lainnya yang secara kasat mata terlihat hampir sama, mungkin hanya penjualnya yang bisa membedakan isi dari menu tersebut.

Untung saja saya gag kelaperan dan ambil nasi bungkus, biasanya kalo jajan di angkringan, saya langsung mengambil makanan tanpa bertanya isinya, karena biasanya menu yang dijual angkringan adalah menu makanan yang sudah terbiasa saya nikmati. sayapun jadi berpikir, bagaimana kalo orang-orang yang makan ditempat tersebut seperti kebiasaan saya, langsung ambil, makan dan bayar. dan mereka gag tau makanan yang mereka nikmati. 

setelah beberapa saat, minuman yang saya pesanpun datang, sambil menikmati kacang rebus saya melihat menu-menu lainnya yang disajikan di meja, ada salah satu menu yang cukup menganggu mata saya, dari kejauhan seperti tahu bacem,  sayapun memutuskan mendekatinya. dan Wow ..ternyata menu tersebut adalah saren, saren adalah istilah untuk makanan yang terbuat dari darah ayam/sapi yang telah menggumpal/beku, kemudian digoreng menggunakan minyak panas. Mengetahui hal tersebut, sayapun jadi makin tidak ingin berlama-lama duduk dan memutuskan membayar minuman dan makanan yang telah saya pesan, dan segera pulang. 

Sebenarnya bagi saya pribadi, tidak mejadi soal jika memang menu yang di jual ditempat yang saya singgahi tadi menjual makanan tak halal, asal mereka menuliskannya di papan menu, agar masyarakat dan para pengunjung mengetahui, tidak tertipu dan merasa dirugikan, terlebih lagi mayoritas penduduk negeri ini bukanlah penikmat makanan tak halal. Saya berharap, hal tersebut tidak terjadi di Angkringan lainnya, dan berharap ini menjadi sebuah pembelajaran bagi orang-orang yang suka jajan seperti saya, alangkah baiknya selalu menanyakan terlebih dahulu menu yang ingin dinikmati.

Tulisan ini saya buat hanya sekedar informasi, tidak ada unsur untuk menyudutkan orang ataupun usaha orang lain, harapan saya agar masyarakat bisa lebih bijak dan waspada. Mohon maaf jika ada pihak yang merasa dirugikan dengan dipublikasikannya tulisan ini.

Terima kasih telah membaca hingga akhir.
Dan silahkan meninggalkan coretan pada kolom komentar !!
Mohon maaf jika terlambat membalas komentar.

EmoticonEmoticon