30 March 2020

Waspada, Disinfektan Berbahaya Bagi Manusia.

taugitu.com, Penggunaan cairan Disinfektan akhir-akhir ini semakin meningkat di masyarakat, hal tersebut sebagai upaya mencegah semakin meningkatnya penyebaran Virus Corona / COVID 19, penyemprotan Disinfektan pada suatu benda dipercaya dapat membunuh kuman ataupun virus yang menempel pada benda tersebut. 

Namun tahukah anda, penyemprotan Disinfektan secara langsung pada tubuh manusia ternyata sangat berbahaya, hal tersebut diungkapkan oleh beberapa ahli kesehatan, diantaranya seorang ahli nutrisi dokter Tan Shot Yen, menurutnya penyemprotan cairan disinfektan hanya dilakukan untuk benda mati, dan bukan untuk manusia, Tan juga mengkritisi adanya bilik disinfektan yang diperuntukkan bagi manusia, karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan pedoman badan Kesehatan Dunia WHO.

Waspada, Disinfektan Berbahaya Bagi Manusia.

Hal senada juga diungkapkan oleh dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr Erlina Burhan, ia menyatakan penyemprotan disinfektan pada tubuh manusia merupakan hal yang berbahaya.
Zat-zat yang ada dalam cairan disinfektan seperti klorin bisa menyebabkan gangguan pernapasan jika sampai terhirup, dan menyebabkan mata perih, selain itu bagi seseorang yang kulitnya sensitif kemungkinan juga akan bereaksi terhadap cairan diinfektan, seperti gatal ataupun gejala lainnya.

Masyarakat hendaknya lebih bijak dalam menggunakan cairan disinfektan, sebaiknya sebelum melakukan penyemprotan pengguna wajib mengetahui SOP penggunaan disinfektan, sehingga tidak membahayakan kesehatan bagi manusia.

Begitu pula pemerintah sudah seharusnya memberikan edukasi penggunaan disinfektan secara benar, untuk menghindari timbulnya masalah baru terkait kesehatan.

Penularan, Pencegahan Virus Corona dan Cara Membuat Hand Sanitizer Standar WHO

taugitu.com, Menyebarnya Virus Corona atau yang disebut dengan COVID 19,menyebabkan mayoritas warga dunia resah, pasalnya virus ini tergolong menjadi virus yang tingkat penyebarannya sangat cepat, tercatat ratusan ribu warga di dunia telah terpapar virus ini, menyebabkan lebih dari 20.000 orang meninggal dalam waktu 3 bulan.

Indonesia, merupakan satu dari ratusan negara yang mulai terpapar COVID 19, data terakhir menunjukan lebih dari 1000 warga positif terpapar, dan menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dunia.

Meningkatnya penyebaran Virus Corona/COVID 19 menyebabkan langkanya produk masker dan hand sanitizer yang menjadi alat perlindungan diri dari penularan virus, tak hanya itu alat perlindungan diri atau APD juga mulai langka dipasaran, dikarenakan semakin meningkatnya penggunaan APD oleh para tenaga medis dan juga masyarakat

Penularan, Pencegahan Virus Corona dan Cara Membuat Hand Sanitizer Standar WHO

Penyebaran Virus Corona / COVID 19

Mengutip dari situs WHO, Penularan virus corona bisa terjadi melalui cara, diantaranya yaitu sebagai berikut  :

  • Droplets atau tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin 
  • Kontak pribadi seperti menyentuh, berpelukan dan berjabat tangan 
  • Menyentuh benda atau permukaan dengan virus di atasnya, kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata sebelum mencuci tangan 
  • Kontaminasi tinja (jarang terjadi)


Pencegahan Penularan Virus Corona / COVID 19

Ada beberapa cara agar kita terhindar dari tertularnya virus corona / COVID 19, yaitu dengan senantiasa menjaga kebersihan diri kita dan lingkungan sekitar, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam  menghindari tertular dan mencegah menyebarnya virus corona :

Mencuci Tangan


Tangan merupakan salah satu media terbesar dalam penyebaran virus corona/COVID 19, mencuci tangan dengan sabun dan pada air yang mengalir kurang lebih 20 detik, dapat secara efektif membunuh kuman dan virus

Hindari Menyentuh Area Wajah


Virus corona diketahui dapat secara mudah menyerang area segitiga wajah, yaitu mata, mulut dan hidung, menjaga kebersihan tangan menjadi  salah satu hal penting karena tangan biasanya digunakan untuk mengusap wajah, biasakan pula mengusap bagian wajah menggunakan tisu atau kain bersih.

Hindari Berjabat Tangan dan Berpelukan


Menghindari kontak kulit seperti berjabat tangan mampu mencegah penyebaran virus Corona. Untuk saat ini menghindari kontak adalah cara terbaik, Tangan dan wajah bisa menjadi media penyebaran virus Corona.

Stop berbagi Barang Pribadi


Virus Corona mampu bertahan di permukaan hingga tiga hari. Hindari berbagi peralatan pribadi, seperti perlatan makan, kosmetik dan lain-lain

Gunakan Tisu ketika Bersin dan Batuk


Satu di antara penyebaran virus Corona bisa melalui udara. Ketika Anda bersin dan batuk, tutup mulut dan hidung agar orang yang ada di sekitar tidak terpapar percikan kelenjar liur. Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung saat anda hendak bersin atau batuk.

Jaga kebersihan lingkungan


Anda dapat menggunakan cairan disinfektan untuk membunuh kuman dan virus dilingkungan area tempat tinggal, anda bisa melakukan penyemprotan pada perabotan rumah tangga, mengepel lantai setiap hari dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, namun anda harus tetap berhati-hati dalam menggunakan disinfektan

Jaga Jarak Sosial


Satu di antara pencegahan penyebaran virus Corona yang efektif adalah jaga jarak sosial. Dengan menerapkan physical distancing ketika beraktivitas di luar ruangan atau tempat umum, Anda sudah melakukan satu langkah mencegah terinfeksi virus Corona. Jaga jarak Anda dengan orang lain minimal sekitar satu meter. Menjaga jarak bukan berarti tidak berkomunikasi, anda tetap bisa berkomunikasi seperti biasa hanya saja anda perlu menjaga jarak fisik anda.

Hindari Berkumpul dan mengunjungi keramaian


Anda sebaiknya menghindari keramaian atau berkumpul dalam jumlah yang banyak, hal tersebut dilakukan untuk menghindari terpaparnya virus Corona dari penderita yang kemungkinan tidak terdeteksi

Mencuci Bahan Makanan


Biasakan mencuci bahan makanan sebelum dikonsumsi, anda bisa menggunakan cairan pencuci bahan makanan untuk membunuh bakteri maupun virus yang ada di bahan makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Simpan juga bahan makanan dalam lemari pendingin untuk menjaga kesegarannya

Membuat Hand Sanitizer

Hand Sanitizer adalah cairan atau gel yang umumnya digunakan untuk mengurangi agen infeksi pada tangan, hand sanitizer dipercaya mampu membunuh Virus dan mencegah manusia terpapar dari penyakit melalui media tangan.
Mewabahnya virus Corona/COVID 19 saat ini menyebabkan Hand Sanitizer langka dipasaran, sehingga harga hand sanitizer saat ini membumbung tinggi hingga 100%, namun anda tidak perlu khawatir, karena anda dapat membuat hand sanitizer sendiri dengan bahan yang mudah ditemukan di apotik dan took obat lainnya.
Mengutip dari situs WHO berikut adalah cara membuat hand Sanitizer sendiri :

Bahan-Bahan

Digunakan untuk membuat 10 Liter Hand Sanitizer

Formula 1

  • Etanol 96 persen sekitar 8.333 ml
  • Hidrogen peroksida 3 persen sekitar 417 ml
  • Gliserol 98 persen sekitar 145 ml
  • Air suling (distilasi) atau air matang yang sudah dingin


Formula 2

  • Isopopil alkhol 99,8 persen sekitar 7,515 ml
  • Hidrogen peroksida 3 persen sekitar 417 ml
  • Gliserol 98 persen sekitar 145 ml
  • Air suling (distilasi) atau air matang yang sudah dingin


Alat-alat yang Diperlukan


  1. Gelas atau botol palstik berukuran 10 liter dengan sumbat ulir
  2. Jerigen plastik berukuran 50 liter polythylene, yang tembus pandang untuk melihat tingkat cairannya
  3. Tangki stainless steel dengan kapasitas 80-100 liter
  4. Sodet kayu, plastik, atau logam untuk mengaduk adonan
  5. Tabung pengukur
  6. Gelas takar, corong plastik atau logam
  7. Botol plastik dengan tutup anti bocor berukuran 100 ml
  8. Botol kaca atau plastik berukuran 500 ml dengan tutup sekrup
  9. Alkohol meter, skala suhu di bagian bawah dan konsentrasi etanol (presentase v/v) di bagian atas


Cara membuat hand sanitizer sesuai standar dari WHO:


  1. Siapkan 10 botol kaca atau plastik berukuran 10 liter dengan tutup sekrup.
  2. Pilih formula yang ingin dibuat sesuai takaran ke dalam jerigen.
  3. Tambahkan hidrogen peroksida ke dalam jerigen.
  4. Tambahkan gliserol ke dalam jerigen. Gliserol memiliki sifat yang kental dan lengket pada gelas ukur.
  5. Bersihkan gelas ukur dengan air distilasi atau air matang.
  6. Tuangkan ke dalam jerigen sekitar 10 liter, dan tambahkan 1 liter air distilasi.
  7. Aduk hingga tercampur rata.
  8. Terakhir, segera bagi ke botol plastik berukuran 500 atau 100 ml. Simpan hingga 72 jam sebelum digunakan.


Demikian artikel seputar Penularan, Pencegahan dan Cara Membuat hand Sanitizer Sendiri, semoga bermanfaat

12 December 2019

Pengumuman Lulus Seleksi Administrasi CPNS Kemenkumham Tahun 2019

Taugitu.com, Panitia Pusat Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I Tahun Anggaran 2019 telah mengumumkan hasil seleksi Administrasi CPNS TA 2019.

Pengumuman tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor : SEK.KP.02.02-830 Tanggal 12 Desember 2019, yang ditanda tangani oleh Sekretaris Jenderal Kemenkumham selaku Ketua Panitia Pusat Seleksi CPNS Kemenkumham 2019.

Peserta yang dinyatakan lolos administrasi  adalah mereka yang datanya dianggap sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan, verifikasi data dilakukan oleh tim verifikator pusat dan daerah sesuai dengan kualifikasi pendidikan pelamar, yang dimulai sejak tanggal 18 November sampai dengan 6 Desember 2019.

Pengumuman Lulus Seleksi Administrasi CPNS Kemenkumham Tahun 2019


Bagi para pelamar yang dinyatakan tidak lolos seleksi adminitrasi, dapat melakukan sanggahan ke pihak panitia melalui link yang disediakan, peserta diberikan waktu sanggah oleh panitia selama 3 hari, yaitu tanggal 13 - 15 Desember 2019.

Bagi peserta kualifikasi SLTA yang telah dinyatakan lolos administrasi, wajib melakukan verifikasi dokumen asli dan Ukur tinggi badan di Kantor Wilayah atau tempat yang telah ditentukan sesuai tempat mendaftar dengan membawa dokumen Asli

Berikut adalah dokumen yang wajib dibawa saat Verifikasi Dokumen Asli

  • Kartu Registrasi Pendaftaran SSCASN
  • E-KTP/Bukti Perekaman
  • Ijazah Asli / Surat Keterangan Lulus
  • Transkrip Nilai Asli
  • Surat lamaran Bermaterai 6000 (asli)
  • Surat Pernyataan 13 Poin bermaterai 6000 (asli)
  • Pas photo 4x6 berlatar belakang warna merah
  • Surat Penyetaraan Ijazah dari Kemendikbud (jika pelamar lulusan luar negeri) dan Surat Penyetaraan dari kemenag (jika pelamar lulusan pesantren)
  • Surat Keterangan Domisili dari lurah/kepala desa bagi pendaftar yang melamar diluar wilayah domisili asalnya.

Berikut adalah Link Pengumuman Lengkap : 


Pengumuman
Diploma III, Diploma IV, Sarjana, dan Dokter
Lokasi Verifikasi Dokumen Asli dan Pengukuran Tinggi Badan Kanwil 

Formasi SLTA Kanwil seluruh Indonesia

Kementerian Hukum dan HAM Aceh   -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Banten  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bengkulu  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM D.I. Yogyakarta  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Gorontalo  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jambi  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Bangka Belitung  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Lampung  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Maluku  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Maluku Utara  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Barat  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Papua  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Riau  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan  -  SLTA
Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara  -  SLTA

14 November 2019

Download Format Surat Lamaran dan Surat Pernyataan CPNS 2019 Instansi Pusat dan Daerah

Taugitu.com, Pendaftaran CPNS telah memasuki hari keempat, dari pantauan di media sosial milik Badan Kepegawaian Negara, tercatat puluhan ribu pelamar telah melakukan registrasi.

Kementerian Hukum dan HAM menjadi Instansi terfavorit, dengan mengalahkan jumlah pendaftar di seluruh kementerian lembaga bahkan pemerintah daerah seluruh Indonesia.

Penjaga Tahanan juga menjadi formasi paling diminati oleh pelamar, penjaga tahanan adalah formasi yang dibuka oleh Kementerian Hukum dan HAM yang dikhususkan bagi pelamar dengan kualifikasi pendidikan SLTA sederajat.

Format Surat Lamaran dan Surat Pernyataan CPNS 2019 Berbagai Instansi Pusat dan Daerah


Berdasarkan pantauan di media sosial BKN, nampaknya masih banyak pelamar yang mengalami kesulitan, baik saat pengisian informasi di situs sscn.bkn.go.id bahkan juga banyak pelamar yang belum memahami alur pendaftaran bahkan kebingungan membuat surat lamaran.

Berikut adalah format Surat lamaran dan Surat Pernyataan CPNS Tahun Anggaran 2019 sesuai dengan yang ditentukan oleh Instansi masing

Kementerian Hukum dan HAM RI
Surat Lamaran
Surat Pernyataan

Mahkamah Agung
Surat Lamaran dan Surat Pernyataan

Kejaksaan RI
Pengumuman dan Surat Pernyataan

Kementerian Perhubungan
Pengumuman, Surat lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian Pertanian
Penguman Penerimaan dan Surat Pernyataan

Kementerian Luar Negeri
Pengumuman, Surat lamaran, Surat Pernyataan, & DRH

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi
Pengumuman, Lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Pengumuman, Surat lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian Sekretariat Kabinet
Pengumuman, Surat lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian ATR/BPN
Pengumuman, Surat lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian Kemensos
Pengumuman, Surat lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian PAN-RB
Pengumuman, Surat lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian Kesehatan
Pengumuman, Surat lamaran, dan Surat Pernyataan

Kementerian Lingkungan Hidup
Pengumuman, Formulir, Formasi

Kementerian Perindustrian
Pengumuman, Formulir, Formasi

Kementerian PUPR
Pengumuman, Surat lamaran, Surat Pernyataan

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bapennas
Pengumuman, Surat lamaran, Surat Pernyataan

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Dan Investasi
Pengumuman, Surat lamaran, Surat Pernyataan

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Pengumuman, Surat lamaran, Surat Pernyataan

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Pengumuman, Surat lamaran, Surat Pernyataan

Kementerian Koordinator PMK
Pengumuman

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Pengumuman, Alokasi Formasi, Surat Lamaran, dan Surat Pernyataan

Kementerian ESDM
Pengumuman, Surat Lamaran, dan Surat Pernyataan

Kementerian Dalam Negeri
Pengumuman, Surat Lamaran, dan Surat Pernyataan

Kementerian Pertahanan
Pengumuman, Lampiran

Kementerian Komunikasi dan Informasi
Pengumuman, Surat Lamaran dan Surat Pernyataan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Pengumuman

13 November 2019

Kendala Pendaftaran di Situs SSCN dan Solusinya

Taugitu.com, Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2019 telah resmi dibuka sejak 11 November lalu, minat para pendaftar untuk lolos menjadi abdi negara nampaknya semakin meningkat dari tahun ke tahun, hal tersebut sedikit banyak dipengaruhi adanya perbaikan sistem rekrutmen CPNS yang semakin transparan, dan juga semakin meingkatnya kesejahteraan PNS melalui pemberian tunjangan kinerja / remunerasi dari pemerintah.

Berdasarkan pantauan admin, ada beberapa masalah teknis yang dihadapi oleh para pelamar saat melakukan pendaftaran di situs https://sscn.bkn.go.id/. Diantaranya tidak adanya pilihan nama kota atau daerah lahir, baik yang lahir didalam negeri maupun luar negeri.

Selain hal itu, ada bebrapa calon pelamar CPNS yang juga mengeluhkan tidak adanya nama Perguruan Tinggi dan juga NIK sudah terdaftar.



Sebenarnya hal-hal tersebut telah diantisipasi oleh BKN, oleh karena itu sebelum pendaftar menanyakan masalah dalam pengisian pendaftaran di SSCN ada baiknya membaca terlebih dahulu FAQ yang terdapat di situs sscn.

berikut beberapa pertanyaan dan jawaban yang sering menjadi kendala saat mengisi data di situs sscn :

Pertanyaan : Bagaimana jika data Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK), Nama Lengkap sesuai KTP, Tempat Lahir sesuai KTP, Tanggal Lahir sesuai KTP saya tidak ditemukan/tidak sesuai di halaman Akun?
Jawaban :  Pendaftar menghubungi Dinas Dukcapil Kab/Kota masing-masing untuk konsolidasi data dan Menghubungi call center Halo Dukcapil, dengan mengirimkan data sesuai format berikut:
# NIK
# Nama_Lengkap
# Nomor_Kartu_Keluarga
# Nomor_Telp
# Permasalahan

Layanan Helpdesk Ditjen Dukcapil:
Hotline : 1500537
WA : 08118005373
SMS : 08118005373
Email : callcenter.dukcapil@gmail.com

Pertanyaan : Bagaimana jika data tempat lahir saya tidak ada di referensi?
Jawaban : Data tempat lahir yang digunakan sampai pada Daerah Tingkat II (Kab/Kota) pada saat Anda lahir dan bukan data wilayah pemekaran saat ini. Pastikan data tempat lahir yang Anda ketikkan benar. Jika masih membutuhkan penambahan referensi maka dapat melakukan permintaan penambahan data tempat lahir dengan menuju ke halaman Helpdesk SSCN di https://helpdesk.bkn.go.id/sscn

Pertanyaan : Dapatkah saya mengganti/membatalkan instansi yang telah saya pilih?
Jawaban : Anda dapat mengganti instansi yang telah Anda pilih selama Anda belum mengklik tombol "Akhiri Pendaftaran".
Apabila Anda telah mengakhiri pendaftaran, Anda tidak dapat melakukan perubahan kembali.

Pertanyaan : Bagaimana jika muncul informasi “NIK sudah terdaftar” ketika membuat akun pendaftaran?
Jawaban : Silahkan akses halaman Helpdesk SSCN di https://helpdesk.bkn.go.id/sscn kemudian pilih menu “NIK didaftarkan orang lain” dan lengkapi form isian yang tersedia.

Pertanyaan : Bagaimana jika Perguruan Tinggi saya tidak tersedia di referensi?
Jawaban : Silahkan akses halaman Helpdesk SSCN di https://helpdesk.bkn.go.id/sscn kemudian pilih menu “Perguruan Tinggi Tidak Ditemukan” dan lengkapi form isian yang tersedia.

Hal tersebut diatas adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para pelamar, untuk permasalahan lain dan solusinya silahkan klik disini

Silahkan tinggalkan komentar jika anda memiliki permasalahan pendaftaran di situs sscn yang belum terselesaikan

05 November 2019

Lolos Pasing Grade 2018, Bisa Ikut CPNS 2019 Tanpa Tes SKD, Berikut Penjelasannya.

Taugitu.com, Kabar gembira bagi pelamar CPNS tahun 2019, pemerintah melalui Kemenpan RB telah menerbitkan Peraturan Menpan RB Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2019,  yang salah satunya memberikan peluang bagi calon pelamar cpns tahun 2019 untuk mengikuti seleksi CPNS Tahun 2019 dengan atau tanpa mengikuti seleksi SKD, akan tetapi ketentuan tersebut hanya berlaku bagi mereka yang pada tahun 2018 dinyatakan masuk kategori P1/TL. 


Lolos Pasing Grade 2018, Bisa Ikut CPNS 2019 Tanpa Tes SKD, Berikut Penjelasannya.

P1/TL adalah mereka yang dinyatakan  memenuhi nilai ambang batas dan masuk dalam 3 kali formasi dan memenuhi syarat mengikuti SKB namun dinyatakan tidak lulus pada tahap akhir. Jadi peserta yang masuk kategori P1/TL diberikan peluang untuk menggunakan nilai SKD terbaik dari hasil SKD tahun 2018 atau hasil SKD tahun 2019. 

Peserta kategori P1/TL  juga bisa memilih mengikuti SKD tahun 2019 atau tidak, dan hanya menggunakan hasil SKD tahun 2018.

Namun demikian,peserta P1/TL tetap wajib melakukan pendaftaran cpns 2019 secara online menggunakan NIK dan KK serta kualifikasi  pendidikan yang sama yang digunakan saat melamar sebagai CPNS Tahun 2018, pada jabatan dan instansi yang diinginkan baik sama ataupun tidak sama dengan yang dilamar saat mendaftar sebagai CPNS Tahun 2018.


Berikut adalah rangkuman penting dari Permenpan RB yang mengatur tentang pendaftar Kategori P1/TL :

  1. Pelamar dari P1/TL wajib mendaftar di SSCASN dengan menggunakan NIK yang sama dengan yang digunakan saat pendaftaran seleksi CPNS Tahun 2018 dan dilakukan proses pendaftaran/pengunggahan dokumen sebagaimana yang dipersyaratkan oleh instansi yang dilamarnya. Instansi selanjutnya melakukan seleksi administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan apabila yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan administrasi maka dapat digugurkan.
  2. Sistem SSCASN BKN akan menampilkan data pelamar P1/TL tersebut mencakup jenis formasi yang dilamar, kualifikasi pendidikan, nilai SKD Tahun 2018, status masuk atau tidak pada 3 (tiga) kali formasi pada jabatan yang dilamar, dan status lulus atau tidak sampai dengan tahap akhir pada seleksi CPNS tahun 2018.
  3. Pelamar dari P1/TL memilih jabatan dan jenis formasi yang akan dilamar. Secara sistem, nilai SKD tahun 2018 sah digunakan oleh pelamar apabila: a. Nilai SKD tahun 2018 memenuhi nilai ambang batas/passing grade SKD tahun 2019 untuk jabatan dan jenis formasi yang akan dilamarnya; b. Kualifikasi pendidikan pada formasi jabatan yang dilamar tahun 2019 harus sama dengan kualifikasi pendidikan yang telah digunakan pada saat pelamaran tahun 2018.
  4. Pelamar dari P1/TL harus memilih untuk mengikuti atau tidak mengikuti SKD Tahun 2019 pada sistem SSCASN.
  5. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk mengikuti SKD Tahun 2019, kemudian tidak mengikuti SKD, dinyatakan gugur.
  6. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk tidak mengikuti SKD Tahun 2019, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018.
  7. Apabila nilai SKD Tahun 2019 yang diperoleh pelamar memenuhi nilai ambang batas/ passing grade SKD tahun 2019 untuk formasi jabatan yang dilamarnya, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai terbaik antara nilai SKD Tahun 2018 dengan nilai SKD Tahun 2019.
  8. Apabila nilai SKD Tahun 2019 tidak memenuhi nilai ambang batas/passing grade, maka nilai yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018.
  9. Nilai SKD peserta P1/TL sebagaimana dimaksud pada angka 6 atau angka 7 atau angka 8, akan diperingkat dengan nilai SKD dari peserta Seleksi CPNS Tahun 2019 lainnya yang memenuhi nilai ambang batas/passing grade pada jenis formasi dan jabatan yang dilamar untuk menentukan peserta yang dapat mengikuti SKB paling banyak 3 (tiga) kali formasi berdasarkan peringkat tertinggi.
  10. Tahapan selanjutnya, mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini dan peraturan perundang-undangan.
Prosedur P1/TL


Untuk lebih jelasnya silahkan download Permenpan RB Nomor 23 Tahun 2019 Disini