14 November 2019

Download Format Surat Lamaran dan Surat Pernyataan CPNS 2019 Instansi Pusat dan Daerah

Taugitu.com, Pendaftaran CPNS telah memasuki hari keempat, dari pantauan di media sosial milik Badan Kepegawaian Negara, tercatat puluhan ribu pelamar telah melakukan registrasi.

Kementerian Hukum dan HAM menjadi Instansi terfavorit, dengan mengalahkan jumlah pendaftar di seluruh kementerian lembaga bahkan pemerintah daerah seluruh Indonesia.

Penjaga Tahanan juga menjadi formasi paling diminati oleh pelamar, penjaga tahanan adalah formasi yang dibuka oleh Kementerian Hukum dan HAM yang dikhususkan bagi pelamar dengan kualifikasi pendidikan SLTA sederajat.

Format Surat Lamaran dan Surat Pernyataan CPNS 2019 Berbagai Instansi Pusat dan Daerah


Berdasarkan pantauan di media sosial BKN, nampaknya masih banyak pelamar yang mengalami kesulitan, baik saat pengisian informasi di situs sscn.bkn.go.id bahkan juga banyak pelamar yang belum memahami alur pendaftaran bahkan kebingungan membuat surat lamaran.

Berikut adalah format Surat lamaran dan Surat Pernyataan CPNS Tahun Anggaran 2019 sesuai dengan yang ditentukan oleh Instansi masing

Kementerian Hukum dan HAM RI
Surat Lamaran
Surat Pernyataan

Mahkamah Agung
Surat Lamaran dan Surat Pernyataan

Kejaksaan RI
Pengumuman dan Surat Pernyataan

Kementerian Perhubungan
Pengumuman, Surat lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian Pertanian
Penguman Penerimaan dan Surat Pernyataan

Kementerian Luar Negeri
Pengumuman, Surat lamaran, Surat Pernyataan, & DRH

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi
Pengumuman, Lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Pengumuman, Surat lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian Sekretariat Kabinet
Pengumuman, Surat lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian ATR/BPN
Pengumuman, Surat lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian Kemensos
Pengumuman, Surat lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian PAN-RB
Pengumuman, Surat lamaran dan Surat Pernyataan

Kementerian Kesehatan
Pengumuman, Surat lamaran, dan Surat Pernyataan

Kementerian Lingkungan Hidup
Pengumuman, Formulir, Formasi

Kementerian Perindustrian
Pengumuman, Formulir, Formasi

Kementerian PUPR
Pengumuman, Surat lamaran, Surat Pernyataan

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional / Bapennas
Pengumuman, Surat lamaran, Surat Pernyataan

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Dan Investasi
Pengumuman, Surat lamaran, Surat Pernyataan

Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Pengumuman, Surat lamaran, Surat Pernyataan

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Pengumuman, Surat lamaran, Surat Pernyataan

Kementerian Koordinator PMK
Pengumuman

Kementerian Kelautan dan Perikanan
Pengumuman, Alokasi Formasi, Surat Lamaran, dan Surat Pernyataan

Kementerian ESDM
Pengumuman, Surat Lamaran, dan Surat Pernyataan

Kementerian Dalam Negeri
Pengumuman, Surat Lamaran, dan Surat Pernyataan

Kementerian Pertahanan
Pengumuman, Lampiran

Kementerian Komunikasi dan Informasi
Pengumuman, Surat Lamaran dan Surat Pernyataan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
Pengumuman

13 November 2019

Kendala Pendaftaran di Situs SSCN dan Solusinya

Taugitu.com, Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2019 telah resmi dibuka sejak 11 November lalu, minat para pendaftar untuk lolos menjadi abdi negara nampaknya semakin meningkat dari tahun ke tahun, hal tersebut sedikit banyak dipengaruhi adanya perbaikan sistem rekrutmen CPNS yang semakin transparan, dan juga semakin meingkatnya kesejahteraan PNS melalui pemberian tunjangan kinerja / remunerasi dari pemerintah.

Berdasarkan pantauan admin, ada beberapa masalah teknis yang dihadapi oleh para pelamar saat melakukan pendaftaran di situs https://sscn.bkn.go.id/. Diantaranya tidak adanya pilihan nama kota atau daerah lahir, baik yang lahir didalam negeri maupun luar negeri.

Selain hal itu, ada bebrapa calon pelamar CPNS yang juga mengeluhkan tidak adanya nama Perguruan Tinggi dan juga NIK sudah terdaftar.



Sebenarnya hal-hal tersebut telah diantisipasi oleh BKN, oleh karena itu sebelum pendaftar menanyakan masalah dalam pengisian pendaftaran di SSCN ada baiknya membaca terlebih dahulu FAQ yang terdapat di situs sscn.

berikut beberapa pertanyaan dan jawaban yang sering menjadi kendala saat mengisi data di situs sscn :

Pertanyaan : Bagaimana jika data Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (KK), Nama Lengkap sesuai KTP, Tempat Lahir sesuai KTP, Tanggal Lahir sesuai KTP saya tidak ditemukan/tidak sesuai di halaman Akun?
Jawaban :  Pendaftar menghubungi Dinas Dukcapil Kab/Kota masing-masing untuk konsolidasi data dan Menghubungi call center Halo Dukcapil, dengan mengirimkan data sesuai format berikut:
# NIK
# Nama_Lengkap
# Nomor_Kartu_Keluarga
# Nomor_Telp
# Permasalahan

Layanan Helpdesk Ditjen Dukcapil:
Hotline : 1500537
WA : 08118005373
SMS : 08118005373
Email : callcenter.dukcapil@gmail.com

Pertanyaan : Bagaimana jika data tempat lahir saya tidak ada di referensi?
Jawaban : Data tempat lahir yang digunakan sampai pada Daerah Tingkat II (Kab/Kota) pada saat Anda lahir dan bukan data wilayah pemekaran saat ini. Pastikan data tempat lahir yang Anda ketikkan benar. Jika masih membutuhkan penambahan referensi maka dapat melakukan permintaan penambahan data tempat lahir dengan menuju ke halaman Helpdesk SSCN di https://helpdesk.bkn.go.id/sscn

Pertanyaan : Dapatkah saya mengganti/membatalkan instansi yang telah saya pilih?
Jawaban : Anda dapat mengganti instansi yang telah Anda pilih selama Anda belum mengklik tombol "Akhiri Pendaftaran".
Apabila Anda telah mengakhiri pendaftaran, Anda tidak dapat melakukan perubahan kembali.

Pertanyaan : Bagaimana jika muncul informasi “NIK sudah terdaftar” ketika membuat akun pendaftaran?
Jawaban : Silahkan akses halaman Helpdesk SSCN di https://helpdesk.bkn.go.id/sscn kemudian pilih menu “NIK didaftarkan orang lain” dan lengkapi form isian yang tersedia.

Pertanyaan : Bagaimana jika Perguruan Tinggi saya tidak tersedia di referensi?
Jawaban : Silahkan akses halaman Helpdesk SSCN di https://helpdesk.bkn.go.id/sscn kemudian pilih menu “Perguruan Tinggi Tidak Ditemukan” dan lengkapi form isian yang tersedia.

Hal tersebut diatas adalah beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para pelamar, untuk permasalahan lain dan solusinya silahkan klik disini

Silahkan tinggalkan komentar jika anda memiliki permasalahan pendaftaran di situs sscn yang belum terselesaikan

05 November 2019

Lolos Pasing Grade 2018, Bisa Ikut CPNS 2019 Tanpa Tes SKD, Berikut Penjelasannya.

Taugitu.com, Kabar gembira bagi pelamar CPNS tahun 2019, pemerintah melalui Kemenpan RB telah menerbitkan Peraturan Menpan RB Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS Tahun 2019,  yang salah satunya memberikan peluang bagi calon pelamar cpns tahun 2019 untuk mengikuti seleksi CPNS Tahun 2019 dengan atau tanpa mengikuti seleksi SKD, akan tetapi ketentuan tersebut hanya berlaku bagi mereka yang pada tahun 2018 dinyatakan masuk kategori P1/TL. 


Lolos Pasing Grade 2018, Bisa Ikut CPNS 2019 Tanpa Tes SKD, Berikut Penjelasannya.

P1/TL adalah mereka yang dinyatakan  memenuhi nilai ambang batas dan masuk dalam 3 kali formasi dan memenuhi syarat mengikuti SKB namun dinyatakan tidak lulus pada tahap akhir. Jadi peserta yang masuk kategori P1/TL diberikan peluang untuk menggunakan nilai SKD terbaik dari hasil SKD tahun 2018 atau hasil SKD tahun 2019. 

Peserta kategori P1/TL  juga bisa memilih mengikuti SKD tahun 2019 atau tidak, dan hanya menggunakan hasil SKD tahun 2018.

Namun demikian,peserta P1/TL tetap wajib melakukan pendaftaran cpns 2019 secara online menggunakan NIK dan KK serta kualifikasi  pendidikan yang sama yang digunakan saat melamar sebagai CPNS Tahun 2018, pada jabatan dan instansi yang diinginkan baik sama ataupun tidak sama dengan yang dilamar saat mendaftar sebagai CPNS Tahun 2018.


Berikut adalah rangkuman penting dari Permenpan RB yang mengatur tentang pendaftar Kategori P1/TL :

  1. Pelamar dari P1/TL wajib mendaftar di SSCASN dengan menggunakan NIK yang sama dengan yang digunakan saat pendaftaran seleksi CPNS Tahun 2018 dan dilakukan proses pendaftaran/pengunggahan dokumen sebagaimana yang dipersyaratkan oleh instansi yang dilamarnya. Instansi selanjutnya melakukan seleksi administrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan apabila yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan administrasi maka dapat digugurkan.
  2. Sistem SSCASN BKN akan menampilkan data pelamar P1/TL tersebut mencakup jenis formasi yang dilamar, kualifikasi pendidikan, nilai SKD Tahun 2018, status masuk atau tidak pada 3 (tiga) kali formasi pada jabatan yang dilamar, dan status lulus atau tidak sampai dengan tahap akhir pada seleksi CPNS tahun 2018.
  3. Pelamar dari P1/TL memilih jabatan dan jenis formasi yang akan dilamar. Secara sistem, nilai SKD tahun 2018 sah digunakan oleh pelamar apabila: a. Nilai SKD tahun 2018 memenuhi nilai ambang batas/passing grade SKD tahun 2019 untuk jabatan dan jenis formasi yang akan dilamarnya; b. Kualifikasi pendidikan pada formasi jabatan yang dilamar tahun 2019 harus sama dengan kualifikasi pendidikan yang telah digunakan pada saat pelamaran tahun 2018.
  4. Pelamar dari P1/TL harus memilih untuk mengikuti atau tidak mengikuti SKD Tahun 2019 pada sistem SSCASN.
  5. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk mengikuti SKD Tahun 2019, kemudian tidak mengikuti SKD, dinyatakan gugur.
  6. Bagi pelamar P1/TL yang memilih untuk tidak mengikuti SKD Tahun 2019, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018.
  7. Apabila nilai SKD Tahun 2019 yang diperoleh pelamar memenuhi nilai ambang batas/ passing grade SKD tahun 2019 untuk formasi jabatan yang dilamarnya, maka nilai SKD yang digunakan adalah nilai terbaik antara nilai SKD Tahun 2018 dengan nilai SKD Tahun 2019.
  8. Apabila nilai SKD Tahun 2019 tidak memenuhi nilai ambang batas/passing grade, maka nilai yang digunakan adalah nilai SKD Tahun 2018.
  9. Nilai SKD peserta P1/TL sebagaimana dimaksud pada angka 6 atau angka 7 atau angka 8, akan diperingkat dengan nilai SKD dari peserta Seleksi CPNS Tahun 2019 lainnya yang memenuhi nilai ambang batas/passing grade pada jenis formasi dan jabatan yang dilamar untuk menentukan peserta yang dapat mengikuti SKB paling banyak 3 (tiga) kali formasi berdasarkan peringkat tertinggi.
  10. Tahapan selanjutnya, mengikuti ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ini dan peraturan perundang-undangan.
Prosedur P1/TL


Untuk lebih jelasnya silahkan download Permenpan RB Nomor 23 Tahun 2019 Disini

04 November 2019

Hendak Mendaftar CPNS ! Data NIK dan KK Tidak Valid dan Cara Mengatasinya

Taugitu.com, Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2019 akan segera di buka pada bulan november ini, tentunya hal tersebut merupakan moment paling ditunggu oleh para pelamar kerja yang ingin mengabdikan dirinya sebagai aparatur sipil negara.

Berkaca dari tahun sebelumnya, penerimaan pegawai negeri sipil selalu dibanjiri oleh pelamar, ribuan bahkan sampai dengan ratusan ribu pelamar melamar pada satu kementerian, sebut saja pelamar pada Kementerian Hukum dan HAM, yang pada tahun 2017 pelamar yang mendaftar pada kementerian ini mencapai lebih dari 1.5 juta.

Hendak Mendaftar CPNS ! Data NIK dan KK Tidak Valid dan Cara Mengatasinya


Jika melihat antusias pelamar dari tahun ke tahun bisa dikatakan selalu meningkat, hal tersebut dikarenakan semakin mudahnya proses rekruitmen / pendaftaran CPNS dan juga meningkatnya salary yang diberikan oleh pemerintah melalui tunjangan kinerja baik di instansi pusat maupun daerah.

Bagi anda yang pada tahun ini akan mengikuti seleksi calon abdi negara, anda perlu melakukan persiapan terlebih dahulu, selain bekal pengetahuan tentunya anda wajib menyiapkan dokumen sesuai dengan persyaratan. Anda juga wajib melakukan validitas data Nomor Induk Kependudukan  (NIK) dan Juga Nomor Kartu Keluarga (KK).

Validitas data NIK dan KK adalah faktor yang sangat vital dalam melakukan pendaftaran CPNS, dikarenakan NIK dan KK yang valid merupakan syarat mutlak membuat akun di website sscasn.bkn.go.id, yang selanjutnya digunakan untuk mendaftar cpns di Instansi pusat maupun daerah. Jika sesorang yang mempunyai NIK dan KK yang tidak sama dengan data yang ada di server Kemendagri, maka otomatis orang tersebut tidak dapat melanjutkan proses pendaftaran cpns, bahkan akan terkedala dalam pelayanan administrasi kependudukan lainnya.

Berikut ini adalah langkah mengecek validitas data NIK dan KK dan langkah yang dilakukan jika terdapat kesalahan data atau data tidak valid.

Sebelum melakukan pendaftaran di situs sscasn, silahkan terlebih dahulu cek validitas data anda di website dinas catatan sipil dan kependudukan sesuai kota domisili anda yang tertera pada KTP, semisal anda tinggal di kota Tangerang, maka silahkan cek data NIK dan KK anda di website resmi dinas capilduk kota Tangerang.

Jika data anda tidak ditemukan atau tidak valid, anda bisa langsung menghubungi call center Ditjen Dukcapil Kemendagri, melalui telepon, email, medsos ataupun aplikasi pengaduan yang di sediakan, berikut adalah kontak center yang di sediakan oleh Kemendagri :
Nomor Call Center : 1500537
Facebook : https://www.facebook.com/dukcapilkemendagri
Twiter : @ccdukcapil atau https://twitter.com/ccdukcapil
Instagram : @dukcapilkemendagri atau https://www.instagram.com/dukcapilkemendagri/
Website : https://sapa.kemendagri.go.id/ atau bisa mendowload aplikasi SAPA di google playstore
Lapor : http://kemendagri.lapor.go.id/

01 November 2019

Kemenkumham Buka Penerimaan CPNS Bagi Lulusan SLTA, Download Persyaratannya Disini !

Taugitu.com, Hari ini Panitia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah mengumumkan secara resmi penerimaan CPNS Tahun Anggaran 2019, Kemenkumham Tahun Anggaran 2019 mendapatkan jumlah formasi  4.598. dari jumlah tersebut sebanyak 3532 formasi dikhususkan bagi pelamar dengan kualifikasi pendidikan SLTA sederajat.

Jumlah tersebut dibagi menjadi 2 formasi, yaitu Formasi Penjaga Tahanan dan Formasi Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana/Pemula. Pelamar pria akan mendapat jatah sebanyak 3177, sedangkan pelamar wanita mendapatkan alokasi sebanyak 355.

Kemenkumham Buka Penerimaan CPNS Bagi Lulusan SLTA, Ini Syaratnya !


Syarat Umum Pendaftaran :

  • Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  • Memiliki karakteristik pribadi selaku penyelenggara pelayanan publik;
  • Mampu berperan sebagai perekat NKRI;
  • Memiliki intelegensia yang tinggi untuk pengembangan kapasitas dan kinerja organisasi;
  • Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan;
  • Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, anggota TNI/POLRI, Pegawai BUMN/BUMD atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;
  • Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Negeri Sipil, prajurit TNI, anggota Polri, dan siswa sekolah ikatan dinas pemerintah;idak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;
  • Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;
  • Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan jabatan yang dilamar;
  • Tidak memiliki ketergantungan terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang atau sejenisnya (Surat Keterangan Bebas Narkoba/NAPZA dari Rumah Sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku wajib dilengkapi setelah peserta dinyatakan lulus pada pengumuman kelulusan akhir);
  • Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (dengan menandatangani surat pernyataan);
  • Bagi Wanita tidak bertato/bekas tato dan tindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain di telinga kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat dan bagi Pria tidak bertato / bekas tato dan tindik / bekas tindik pada anggota badan kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat;
  • SLTA Sederajat yang berasal dari sekolah Luar Negeri dengan ijazah dan daftar nilai yang telah disetarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  • SLTA sederajat yang berasal dari Dalam Negeri yang terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan/atau terdaftar di Kementerian Agama. 

Syarat Khusus
Usia :
Usia pada saat melamar (terhitung per tanggal 1 November 2019) adalah:
Minimal 18 tahun dan maksimal 28 tahun 0 Bulan 0 hari untuk SLTA.

Tinggi Badan :
Tinggi badan untuk pelamar jabatan penjaga tahanan dan jabatan pemeriksa
keimigrasian:
a. Pria minimal 160 cm;
b. Wanita minimal 155 cm.

Domisili :

  • Pelamar jabatan penjaga tahanan dan jabatan pemeriksa keimigrasian dengan kualifikasi pendidikan SLTA Sederajat harus sesuai dengan domisili yang tercantum dalam e-KTP.
  • Apabila pelamar yang provinsinya tidak sesuai dengan e-KTP dan ingin mendaftar pada wilayah provinsi lain, wajib membuat surat keterangan dari kelurahan atau kantor desa setempat yang menerangkan bahwa yang bersangkutan telah berdomisili pada wilayah provinsi tersebut;
  • Untuk pelamar pada jabatan penjaga tahanan dan jabatan pemeriksa keimigrasian jenis formasi khusus putra/i Papua dan Papua Barat wajib berdomisili di Provinsi Papua dan Papua Barat;

Download Penguman penerimaan CPNS Klik Disini 
Ralat Pengumuman CPNS Klik Disini
Download Rincian Alokasi CPNS Penjaga Tahanan Klik Disini
Download Rincian Alokasi CPNS Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana/Pemula Klik Disini
Download Format Surat Lamaran Klik Disini
Download Surat Pernyatan 13 Klik Disini

Rincian Formasi CPNS Kemenkumham Tahun Anggaran 2019

Taugitu.com, Pemerintah melalui Kementerian PAN RB telah mengumumkan penerimaan Calon Pegawai Negeri SIpil (CPNS) Tahun Anggaran 2019, Pendaftaran direncanakan akan dibuka secara online pada tanggal 11 November 2019 melalu website resmi https://sscasn.bkn.go.id. Salah satu kementerian yang mendapatkan formasi cukup besar yaitu Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI)

Kemenkumham RI adalah salah satu kementerian yang paling difavoritkan oleh para pelamar, kementerian ini pada tahun 2017 lalu juga menjadi satu-satunya kementerian yang mendapatkan alokasi formasi paling besar, yaitu mencapai 17.000 lebih, tercatat pada tahun 2017 pendaftar yang melakukan registrasi online pada kementerian ini mencapat 1.5 juta lebih pelamar.

Rincian Formasi CPNS Kemenkumham Tahun Anggaran 2019
Menkumham RI,  Yassona  H Laoly

Pada penerimaan CPNS Tahun Anggaran 2019 ini, Kemenkumham mendapatkan formasi sebanyak 4.598 formasi, jauh lebih besar dibandingkan jatah formasi pada Kementerian dan Lembaga pusat lainnya. Jumlah tersebut akan diperebutkan oleh pelamar dengan kualifikasi pendidikan SLTA, DIII dan S.1, bagi pelamar dengan formasi kualifikasi pendidikan SLTA dapat melamar sebagai penjaga Tahanan dan Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana. Data tersebut sesuai dengan Pengumuman Nomor SEK-KP.02.01-745 Tanggal 1 November 2019 Tentang Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (Cpns) Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Tahun Anggaran 2019

Berikut ini adalah rincian formasi CPNS yang dibuka pada Kemenkumham Tahun Anggaran 2019.

  1. Penjaga Tahanan  = jumlah formasi 2875 (Pria : 2497, Wanita : 277) Penempatan pada 33 Kanwil
  2. Dokter Ahli Pertama = jumlah formasi 47 (pria/wanita) Penempatan pada 22 Kanwil
  3. Perawat Ahli Pertama = jumlah formasi 56 (pria/wanita) Penempatan pada 22 Kanwil
  4. Analis Kepegawaian Ahli Pertama = jumlah formasi 291 (pria/wanita) Penempatan pada 33 Kanwil
  5. Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama : jumlah formasi 291 Penempatan pada 16 Kanwil
  6. Auditor Ahli Pertama : jumlah formasi 40 (pria/wanita) Penempatan pada 1 unit utama
  7. Pengelola Pengadaan Barang /Jasa Ahli Pertama : jumlah formasi 167 (pria/wanita) Penempatan pada 11 unit utama dan 33 Kanwil
  8. Pemeriksa Keimigrasian Pelaksana/Pemula : jumlah formasi 657 (pria : 528, wanita : 60) Penempatan pada 33 Kanwil
  9. Analis Kelembagaan = jumlah formasi 4 (pria/wanita) Penempatan pada 1 unit utama
  10. Analis Pengaduan masyarakat = jumlah formasi 6 (pria/wanita) Penempatan pada 5 Kanwil
  11. Analis Permasalahan Hukum = jumlah formasi 3 (pria/wanita) Penempatan pada 3 unit utama
  12. Penata Keuangan = jumlah formasi 85 (pria/wanita) Penempatan pada 9 unit utama dan 33 Kanwil
  13. Pengelola Bantuan Hukum = jumlah formasi 91 (pria/wanita) Penempatan pada 1 unit utama dan 32 Kanwil
  14. Pengelola Barang Milik Negara = jumlah formasi 23 (pria/wanita) Penempatan pada 8 unit utama dan 5 Kanwil
  15. Pengelola Keamanan dan Ketertiban = jumlah formasi 10 (pria/wanita) Penempatan pada 2 Kanwil
  16. Pengelola Keuangan = jumlah formasi 2 (pria/wanita) Penempatan pada 2 unit utama
  17. Pengelola Pembinaan Bantuan Hukum = jumlah formasi 30 (pria/wanita) Penempatan pada 1 unit utama dan 2 Kanwil
  18. Penyusun Laporan Keuangan = jumlah formasi 25 (pria/wanita) Penempatan pada 1 unit utama dan 4 Kanwil
  19. Pranata Sidik Jari = jumlah formasi 2 (pria/wanita) Penempatan pada 1 unit utama
  20. Arsiparis Ahli Pertama = jumlah formasi 40 (pria/wanita) Penempatan pada 7 unit utama dan 33 Kanwil
  21. Assesor SDM Aparatur Ahli Pertama = jumlah formasi 9 (pria/wanita) Penempatan pada 1 unit utama
  22. Pranata Komputer Ahli Pertama = jumlah formasi 50 (pria/wanita) Penempatan pada 1 unit utama dan 33 Kanwil.

Untuk surat edaran resmi, syarat dan jadwal pelaksanaan bisa didownload pada link dibawah ini :

Pengumuman CPNS Kemenkumham TA 2019 silahkan Download Disini 
Rincian Alokasi Formasi SLTA Penjaga Tahanan Klik Disini
Rincian Alokasi Formasi SLTA Pemeriksa Keimigrasian Klik Disini
Ralat Ketentuan Penilaian Klik Disini