Friday

7 Amalan Untuk Menyempurnakan Idul Adha

Taugitu.com, Idul Adha merupakan satu dari dua hari raya bagi Umat Islam, Hari Raya Idul Adha atau Hari Kurban merupakan hari perayaan umat islam memperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan seekor domba.

Perayaan Idul Adha dengan menyembelih binatang kurban, bukan hanya sebagai penghormatan terhadap perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Tetapi juga mengajarkan kita untuk melihat lebih luas keadaan sekeliling.

Dengan berkurban, kita akan turut meringankan beban kaum yang kurang mampu, meski hanya barang sehari. Dengan berkurban, tidak ada jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin, semua diangkat derajatnya bersama-sama pada hari yang mulia.

Amalan Untuk Menyempurnakan Idul Adha


Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim guna menyempurnakan ibadah menjelang Idul Kurban, apa saja hal-hal tersebut, berikut penjelasan singkatnya ;

A. Melaksanakan Puasa Sunah


Puasa Sunah menjelang Hari Raya Idul Adha dilaksanakan mulai tanggal 1 – 9 Dzulhijah, sebagaimana yang disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ . يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ


“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah)

Mengutip dari situs tirto.id yang merangkum dari situs nu online, bahwa 10 hari awal bulan dzulhijah memiliki keistimewaan, seorang muslim dapat melaksanakan puasa di 10 hari pertama awal bulan dzulhijah, yaitu puasa sunah dzulhijah yang dilaksanakan pada tanggal 1 – 7 dzulhijah, puasa tarwiyah yang dilaksanakan pada tanggal 8 dzulhijah dan puasa arrafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 dzulhijah.

1. Niat puasa sunah pada tanggal 1-7 Dzulhijjah

نويت صوم شهر ذى الحجة سنة لله تعالى

Nawaitu shauma syahri Dzilhijjati sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Saya niat berpuasa sunnah di bulan Dzulhijjah karena Allah Taala.

2. Niat puasa sunah tanggal 8 Dzulhijjah atau puasa Tarwiyah

نويت صوم التروية سنة لله تعالى

Nawaitu shaumal tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: Saya niat berpuasa sunah Tarwiyah karena Allah SWT.

3. Bacaan niat puasa tanggal 9 Dzulhijjah atau puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati yauma Arafah lillahi ta‘ala. 

Artinya: Saya berniat puasa sunah Arafah esok hari karena Allah SWT.

B. Mengumandangkan Takbir


Takbir dikumandangkan pada malam sebelum 10 Dzulhijjah hingga malam hari tanggal 13 Dzulhijjah (malam terakhir hari tasyrik).

Dalam kitab Raudlatut Thalibin dinukilkan, "Disunnahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah."

C. Melaksanakan Mandi sebelum melaksanakan Sholat Ied.


Mandi Ini bisa dilakukan pada pertengahan malam, menjelang subuh, atau setelah masuk waktu subuh. Dengan mandi, kebugaran terjaga dan badan dalam kondisi bersih sebelum salat.

D. Memotong Kuku dan Memakai Wewangian


diharapkan umat Islam mempersiapkan diri dengan baik menjelang sholat. Ini meliputi memotong rambut (agar rapi),  memotong kuku, atau juga memakai wangi-wangian.

Tetapi perlu diingat bagi sohibul qurban atau orang yang berkurban dilarang memotong kuku dan rambut sejak tanggal 1 dzulhijah, dan akan gugur larangan tersebut saat hewan kurban telah disembelih

E. Memakai Pakaian Indah


Memakai pakaian terbaik untuk salat. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas R.A, "Rasulullah SAW. Di Hari Raya Ied memakai Burda Hibarah (pakaian indah dari Yaman)."

F. Berjalan kaki menuju tempat Sholat Ied. 


Diriyawatkan oleh Ibnu Umar r.a, "Rasulullah SAW. berangkat untuk melaksanakan shalat Ied dengan berjalan kaki Begitu pula  ketika pulang tempat shalat Ied. "

Adapun bagi umat Islam yang memiliki kendala kesehatan atau tidak mungkin berjalan, bisa menggunakan kendaraan.

G. Tidak Makan sebelum Sholat Ied


Dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum salat Ied. Diriwayatkan "Rasulullah SAW pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ied baru beliau menyantap hasil qurbannya." (H.R. Ahmad)

Demikian Artikel tentang Amalan-Amalan Yang Menyempurnakan Perayaan Idul Adha, semoga bermanfaat

Manusia biasa yang pingin pinter dan berguna buat diri sendiri dan orang lain.

This Is The Newest Post

Terima kasih telah membaca hingga akhir.
Dan silahkan meninggalkan coretan pada kolom komentar !!
Mohon maaf jika terlambat membalas komentar.

EmoticonEmoticon