25 April 2015

Inovasi Tanpa Batas, Meskipun Tempat Terbatas

Taugitu.com, -  Saat menyebut kata Penjara, banyak orang berpikir tempat tersebut adalah tempat yang menyeramkan, dan dipenuhi oleh orang- orang yang bermasalah dengan hukum, dari penjahat kelas teri sampai dengan penjahat kelas kakap, dari mulai maling ayam sampai malinguang rakyat. Namun nampaknya hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena sejak sistem kepenjaraan diganti dengan sistem pemasyarakatan, kehidupan para narapidana di dalam lapas dan rutan menjadi lebih baik, karena dalam sistem pemasyarakatan, mengamanatkan pemenuhan hak dan kewajiban bagi narapidana.

Hal tersebut dibuktikan dengan diadakannya pameran Hasil Karya Narapidana yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, dari tanggal 25 - 26 April 2015 di Lapas Kelas II A Palu. Hasil karya narapidana yang dipamerkan cukup banyak, dari mulai kerajinan dari barang bekas, peralatan dapur, aksesori, hiasan dinding sampai papan catur dari batok dan kayu kelapa, harganyapun bervariasi, dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Hasil karya Narapidana
Hasil karya Narapidana Berbahan dasar Kayu dan Batok Kelapa
Ada hal yang membuat saya dan para pengunjung terkagum- kagum, hasil karya mereka (napi) tidak kalah dari hasil produksi industri di luar penjara. Salah satunya meja dan papan catur berbahan kayu dan batok kelapa. Kualitasnya bisa dikatakan nomor satu, detailnya sangat rapi dan halus. Menurut petugas penjaga stand pameran, papan catur tersebut adalah hasil karya narapidana dari Lapas Kelas II B Tolitoli, dan telah merambah pangsa pasar nasional, hasil karya narapidana dari lapas tersebut banyak diminati oleh para pejabat lokal dan juga pejabat pusat, bahkan telah menjadi produk unggulan bagi pemerintah daerah setempat.

papan catur batok kelapa
Meja Catur salah satu produk unggulan Lapas Tolitoli
Kegiatan pameran tersebut telah merubah cara pandang saya dan juga masyarakat, akan pola pembinaan narapidana di dalam lapas dan rutan. Ternyata para narapidana tetap dapat belajar dan berkarya meskipun dengan infrastruktur dan peralatan yang minim, sesuai dengan salah satu slogan dalam ajang pameran tersebut "Inovasi Tanpa Batas, Meskipun Tempat Terbatas. 

Bagi narapidana yang telah mendapatkan ilmu dan keterampilan selama di dalam lapas dan rutan, tentunya dapat mengimplementasikannya setelah bebas, bahkan dapat dijadikan sebagai modal mendirikan sebuah usaha. Terlepas dari adanya cerita miring tentang lapas dan rutan, ternyata tempat tersebut juga mampu melahirkan manusia-manusia yang mandiri yang secara tidak langsung turut mengurangi beban pemerintah dalam rangka mendidik dan mencerdaskan masyarakat.

Terima kasih telah membaca hingga akhir.
Dan silahkan meninggalkan coretan pada kolom komentar !!
Mohon maaf jika terlambat membalas komentar.

EmoticonEmoticon