23 September 2016

Kereta Api Dan Empat Remaja Pesantren

Taugitu.com, Kagum dan salut, inilah ungkapan yang bisa saya berikan kepada 4 (empat) remaja yang saya temui di Kereta Api, dalam perjalanan pulang dari Yogyakarta menuju ke Kota Bekasi beberapa waktu lalu, secara kebetulan saya bertemu keempatnya, yang duduk berhadapan dengan bangku yang saya duduki. Keempat remaja tersebut mengaku bersekolah di Pondok Pesantren Modern Mualimin Yogyakarta, mereka hendak pulang ke Kota Cirebon karena sekolah mereka memberikan libur selama satu minggu menjelang pelaksanaan perayaan Hari Raya Idul Adha.

Kekaguman saya berawal ketika memasuki waktu sholat Ashar, satu dari remaja tersebut pamit kepada teman-temannya menuju toilet di gerbong 1 kereta yang kami naiki. Tidak lama, sang remaja tersebut kembali ke tempat duduk dengan wajah yang telah basah oleh air, tidak lama iapun menutup mata dan mengangkat tangan seraya mengucap takbir, subhanallah, rupanya ia sedang melaksanakan sholat Ashar. Selang beberapa saat, sang remaja tersebut telah selesai menunaikan sholat, tidak lama berselang ketiga remaja lainnya bergegas ke toilet dan mengambil air wudhu, sama dengan remaja yang pertama, ketiganya juga menunaikan rukan islam yang kedua, mereka nampak khusu beribadah, tanpa merasa sedikitpun terganggu oleh riuhnya suara penumpang dan gesekan roda dengan rel kereta api.

Sholat Diatas Kendaraan

Hem, jujur saja, saya sedikit malu terhadap keempat remaja tersebut, karena selama ini terkadang saya masih bolong melaksanakan kewajiban sebagai hamba Allah, terlebih jika sedang dalam perjalanan, biasanya saya melaksanakan sholat tidak tepat waktu. Apalagi jika harus melaksanakannya diatas kendaraan, saya merasa sedikit canggung dengan orang-orang disekitar dan merasa kurang nyaman karena tidak terbiasa melakukan sholat diatas kendaraan yang ramai.

Ternyata dijaman seperti sekarang ini, masih ada anak-anak muda yang berakhlak mulia, taat dan patuh menjalankan kewajibannya, dalam kondisi apapun. Inilah salah satu bukti suksesnya pendidikan dari orang tua dan para guru. 

Tanpa pikir panjang, sayapun segera bergegas mengambil air wudhu, dan segera menunaikan kewajiban, terlebih perjalanan saya cukup panjang. Usai sholat, sayapun memberanikan diri mengajak mereka mengobrol, 3 dari remaja tersebut duduk dikelas 12 (3 SMA) sedangkan yang satu, masih duduk dibangku SMP. Salah satu remaja mengaku, jika telah lulus ingin melanjutkan kuliah di Madinah, sedangkan lainnya ingin kuliah di Negeri Jiran dan Kota Bandung.

Saat waktu sholat Magrib tiba, merekapun pamit untuk kembali melaksanakan sholat magrib sekaligus menjama' sholat isya.

Waktu di jam tangan saya menunjukkan pukul 20.01, sesuai jadwal, Kereta berhenti di stasiun Prujakan Cirebon, keempat remaja itupun dengan sopan pamit untuk turun karena sudah sampai di stasiun tujuan. Ada hikmah yang saya dapatkan dalam perjalanan kali ini, seharusnya sebagai Hamba Allah, kita tetap harus melaksanakan kewajiban, apapun keadaannya, karena Allah sendiri tidak pernah memberatkan Hambanya dalam melaksanakan kewajiban beribadah, jangan pernah malu karena banyak orang ataupun takut jika dianggap sok alim, karena seharusnya kita malu pada Tuhan jika meninggalkan kewajiban.

Terima kasih sahabat mudaku, kalian telah memberikan sebuah pelajaran berharga dan inspirasi kepadaku, bahwa kewajiban haruslah ditunaikan, dimanapun dan apapun keadaan kita. Semoga kalian tetap Istiqomah, dan Allah memberikan kalian kesuksesan dunia dan akhirat. Amiin.

Terima kasih telah membaca hingga akhir.
Dan silahkan meninggalkan coretan pada kolom komentar !!
Mohon maaf jika terlambat membalas komentar.

EmoticonEmoticon