13 May 2015

Ibu Dan Anak Tidur Menggelandang Di Depan Rujab Gubernur

Taugitu.com, Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara, inilah salah satu bunyi pasal 34 ayat (1), dalam Undang-Undang Dasar 1945, yang secara langsung menyatakan dan menegaskan, bahwa orang yang tergolong fakir dan miskin dan anak terlantar dijamin kelangsungan hidupnya oleh negara. Negara bertanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya, dengan mengolah seluruh sumberdaya alam yang dimiliki dan hasilnya digunakan untuk menjamin kelangsungan hidup rakyat.

Namun, nampaknya amanat dalam undang-undang tersebut tidak serta merta memberikan jaminan kepada rakyat Indonesia mendapatkan kehidupan yang layak dan sejahtera, meskipun pemerintah telah memberikan sejumlah program dalam rangka mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan, namun sepertinya belum merata dan tepat sasaran, karena masih banyak rakyat Indonesia yang terpaksa hidup menggelandang serta anak jalanan yang harus mengemis demi tetap bertahan hidup.

Fakir Miskin Di Pelihara Negara

Hal tersebut dialami oleh seorang Ibu dan kedua putrinya, yang terpaksa menggelandang setiap hari, tidur beratap langit dan beralas tanah, seperti lagu balada musisi iwan fals. Lebih mirisnya, ibu dan kedua anaknya tersebut setiap hari tidur di trotoar di depan Kantor Bappeda, yang hanya berjarak tak kurang dari 15 meter dari pintu gerbang rumah dinas Gubernur Sulawesi Tengah di Kota Palu. Ibu tersebut sudah sekitar 2 bulan tidur disana, awalnya ia tidur di trotoar depan kantor PLN di jalan kartini, yang mayoritas di jalan tersebut berdiri kantor Pemerintahan. Setau saya kurang lebih 2 tahun yang lalu saya sering melihatnya setiap malam tidur ditrotoar tersebut. Saya sendiri tidak pernah bertanya kepada ibu tersebut, bagaimana ia menafkahi kedua putrinya, dan apakah ibu tersebut pernah didatangi pihak dari intansi terkait yang peduli terhadap kondisinya.

Memang masyarakat sekitar tidak menutup mata, terkadang mereka yang melintas berhenti untuk memberikan makanan maupun uang, memang cara itu cara yang kurang baik, namun cukup bisa membantu kehidupan ibu tersebut meskipun hanya sementara. Memang terkadang saya melihat ibu tersebut merokok, kebiasaan tersebut tentunya tidak baik untuk kesehatannya, terlebih lagi ia merokok didepan anaknya yang masih dibawah umur, yg secara langsung memberikan efek bagi kesehatan dan juga psikologi anak tersebut. Namun terlepas dari kebiasaan buruk sang ibu, seharusnya pemerintah setempat tetap bertanggung jawab terhadap kelangsungan kehidupan mereka, terlebih lagi kedua anak tersebut dalam masa kanak-kanak yang seharusnya menikmati kehidupannya sebagai seorang anak dan mendapatkan pendidikan yang layak. 

Saya tidak sempat mengabadikan foto Ibu dan kedua putrinya tersebut, saya hanya melihat mereka setiap hari seusai pulang kerja, dan kondisinya sudah gelap, karena kebetulan Ibu tersebut selalu berada ditempat itu, saat hari menjelang malam dna kondisi jalan mulai agag sepi. Tulisan saya ini tidak bermaksud menyudutkan ataupun menyalahkan salah satu pihak, namun hanya ingin mengajak kepada kita semua, menumbuhkan kembali jiwa kesadaran sosial, lebih peduli kepada masyarakat yang kurang mampu di sekitar kita, dan berharap intansi terkait dapat berupaya memberikan solusi kepada ibu dan kedua anak tersebut, serta orang yang senasib dengan mereka yang luput dari perhatian kita. 

Terima kasih telah membaca hingga akhir.
Dan silahkan meninggalkan coretan pada kolom komentar !!
Mohon maaf jika terlambat membalas komentar.

EmoticonEmoticon