19 April 2016

Cara Merawat Anak Merpati Hias Beda Ukuran Tubuh

Taugitu.com, Apa kabar pembaca ? Kali ini tulisan saya akan membahas bagaimana caranya merawat anak merpati hias yang berbeda ukuran tubuh, umumnya, merpati mengerami telornya selama 15-19 hari, setelah itu telur akan menetas. Secara normal merpati bertelur sebanyak 2 (dua) butir, dan berselang satu atau dua hari antara telur yang pertama dan kedua, biasanya telor pertama akan menetas lebih dulu dan disusul telur kedua, permasalahan yang sering terjadi, anak merpati yang pertama menetas biasanya akan tumbuh lebih cepat daripada anak kedua, hal tersebut adalah wajar, karena anak merpati yang pertama menetas akan lebih dulu mendapatkan asupan makanan dari induknya, dan secara otomatis perkembangan sel dan struktur tubuh juga lebih cepat.

Secara insting, induk merpati akan meloloh anak yang bersuara lebih keras saat lapar, dan anak merpati yang pertama biasanya berukuran lebih besar dan juga relatif lebih aktif untuk meminta makanan dari sang induk, akibatnya anak kedua biasanya akan kalah dalam hal mendapatkan porsi makan, apalagi jika sang induk bukanlah induk yang berpengalaman. Jika terus dibiarkan hal tersebut dapat menyebabkan perbedaan ukuran postur tubuh anak merpati, bahkan yang paling fatal, anak merpati kedua akan mati karena kelaparan. 

Piyek Merpati Lahore
Lalu bagaimana cara yang harus kita lakukan untuk mengatasi hal tersebut ? Berikut beberapa cara yang saya lakukan. Pertama, berikan pakan secara rutin dalam periode waktu tertentu, misalkan pagi dan sore, hal tersebut untuk mengatur pola makan dan juga waktu meloloh induk merpati, secara insting saat induk merpati kenyang, sang induk akan meloloh anaknya, sebelum kita memberikan pakan, pisahkan anak merpati yang berpostur lebih besar. Biarkan induk kenyang dan meloloh anak merpati yang lebih kecil terlebih dahulu, saat dirasa telah cukup, satukan kembali anak merpati yang dipisahkan dengan induknya tadi untuk mendapatkan makanan dari induknya. Menurut saya cara tersebut adalah cara yang paling mudah dan aman untuk dilakukan.

Cara yang kedua yaitu, dengan meloloh sendiri anak merpati, cara ini sedikit lebih sulit dari cara sebelumnya, karena dituntut memiliki keahlian dan ketelatenan. Kita dapat menggunakan spet / alat semacam suntikan khusus yang diisi makanan, dengan cara memasukkan langsung ujung spet ke mulut merpati, untuk merpati yang telah berumur beberapa minggu mungkin relatif lebih mudah, karena biasanya anak merpati lebih aktif. Selain itu bisa juga menggunakan tempat susu bayi/dot. Potong ujung dot, kemudian isi dengan pakan yang dicampur hangat, gunakan air hangat untuk melumatkan pakan hingga seperti bubur, kemudian masukan paruh anak merpati sambil memposisikan dasar dot keatas agar pakan dapat turun ke ujung lubang dot, dan dengan mudah dapat masuk ke mulut anak merpati.

Cara yang ketiga, yaitu dengan menggunakan merpati lain yang sedang meloloh, cara ini mengharuskan kita memiliki beberapa merpati yang salah satu diantaranya, haruslah sedang masa meloloh. Namun cara ini memerlukan pengamatan khusus, maksudnya yaitu, kita tidak secara langsung memindahkan anak merpati ke induk merpati lain, kita harus memperhatikan prilaku induk merpati lain yang hendak kita jadikan induk angkat/babuan, apakah induk tersebut merupakan tipe induk yang tenang, ataukah tipe induk yang protektif terhadap mahluk lain disekitarnya, untuk melakukannya cobalah letakkan anak burung di dekat merpati induk lain tersebut, jika merpati induk tersebut bereaksi dengan mematuk anak merpati, artinya induk tersebut bukan tipe induk merpati yang penyayang dan protektif, tetapi jika induk merpati tersebut tetap tenang, cobalah menaruh anak merpati dalam sarang dan amati apakah induk tersebut mau meloloh anak merpati tersebut. Apakah cara ini pernah berhasil ? Ya. Saya pernah melakukannya dan berhasil, saya memakai induk merpati lain yang hanya memiliki satu anak, kemudian saya mencoba memindahkan anak merpati dari induk lainnya, hasilnya induk merpati tersebut mau meloloh. Namun saya mencobanya terhadap anak merpati yang memiliki warna bulu hampir sama dengan induk merpati tersebut.

Semua cara-cara diatas berdasarkan pengalaman saya, mungkin para pecinta merpati hias lain memiliki pengalaman berbeda, intinya sayangi dan berikan yang terbaik untuk hewan kesayangan kita. Jangan hanya ingin menikmati keindahannya, tapi berikan juga perawatan terbaik. 

Semoga sukses. Salam Wok Wokur

Terima kasih telah membaca hingga akhir.
Dan silahkan meninggalkan coretan pada kolom komentar !!
Mohon maaf jika terlambat membalas komentar.

EmoticonEmoticon